Kontak Teguh Ardi Srianto

 

Apa kabar hari ini…??? Semoga tetap sehat dan selalu sukses dalam berkarya.

Saya berharap dengan sapaan ini anda tidak kehilangan kontak dan tali silahturahim dengan saya.

Salam hormat dari saya Teguh Ardi Srianto Jurnalis | Reporter | Konsultan Media Massa di Inti Warta Media Grup | http://www.intiwarta.com | http://www.intiwarta.net | Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan | http://www.kjpl.or.id | http://www.kjpl.wordpress.com | KJPL Indonesia.

Kalau ada kabar dan informasi apapun, jangan lupa selalu diwartakan ke saya di HP. 08123112707 | HP. 08385957007 nomor ini juga aktif untuk layanan WhatsApp (WA).

Komunikasi via email bisa dengan saya langsung di teguh@intiwarta.com | teguh@kjpl.or.id | teguhas.news@gmail.com | teguhas.news@yahoo.com.

Kalau ada agenda kegiatan dan informasi apapun yang ingin diberitakan dan diwartakan lewat media massa, silahkan kontak di Telepon : +6231-5324914 | Faksimili : +6231-5324914 | SMS | WhatsApp Redaksi : +6285109076007.

Khusus untuk anda yang ingin beriklan dan memasarkan jasa atau produknya dapat menghubungi di Telepon : +6231-5467986 | Faksimili : +6231-5467986 | SMS | WhatsApp Iklan : +6285105078007.

Komunikasi lewat email dapat langsung disampaikan ke redaksi@intiwarta.com | iklan@intiwarta.com | marketing@intiwarta.com.

Untuk waktu, perhatian dan kerjasamanya saya sampaikan terima kasih.

Salam hormat,

Teguh Ardi Srianto | http://www.intiwarta.com | http://www.intiwarta.net
WA. 08123112707 | WA. 08385957007
BB. TEGUHOKE | BB. TEGUHAS
Facebook : teguhardisrianto | teguhareksuroboyo
Twitter : @teguhsuroboyo | @teguh_suroboyo
LINE : teguhardisrianto-sby | teguhardisrianto-iw

DISARANKAN MENGGUNAKAN WHATSAPP KARENA BLACKBERRY MESSENGER SERING BERMASALAH DI ANDROID…!!! TERIMA KASIH.

Berjuang Untuk Lingkungan Bukan Untuk Uang

Kalimat diatas merupakan kalimat yang sering saya sampaikan pada kawan-kawan saya, khususnya para jurnalis, yang hampir setiap hari bertemu dan berkumpul dengan saya.

Meski sudah berulang kali saya jelaskan dan sampaikan, bahwa kita peduli pada upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan, bukan semata untuk mencari keuntungan besar atau mencari uang yang melimpah dengan beraktifitas di bidang lingkungan hidup. Tapi lebih pada empati kita untuk memikirkan masa depan kondisi lingkungan yang sekarang sudah rusak.

Pemahaman yang masih sempit ini, masih banyak ditemukan di kalangan jurnalis yang memang belum memikirkan, bahwa peran mereka sangat strategis dalam membantu menyebarkan dan mengedukasi masyarakat, bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan mulai sekarang sangat penting. Tanpa peran jurnalis, maka upaya pemerintah, LSM, penggiat lingkungan dan aktifis lingkungan lainnya, dalam melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan akan sia-sia.

Semoga pemahaman yang masih sempit dari para jurnalis ini segera berakhir, karena amal ibadah yang bisa dilakukan para jurnalis untuk menyelamatkan lingkungan, adalah dengan membantu mengedukasi masyarakat agar paham dan mau merubah perilaku mereka, agar lebih bergaya “green life” atau berbudaya gaya hidup ramah lingkungan.

Kembalinya amalan dan ibadah para jurnalis itu, akan berupa rezeki yang insya allah kita tidak dapat menduga, datangnya dari mana. Inilah yang perlu dipahami oleh para jurnalis, khususnya kawan-kawan saya, yang sudah sadar, bahwa peran mereka sangat strategis, dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, tanpa perlu dan selalu bertanya, “Ada uangnya gak ???”, setiap akan melakukan aktifitas penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup.

Semoga tulisan kecil ini bisa menjadi inspirasi kita semua, untuk bisa lebih mencintai lingkungan dengan profesi dan peran kita masing-masing. “Cintai Lingkungan Pasti Lingkungan Cinta Kita”. (tas)

Susahnya Menegakan Aturan Di Negeri Indonesia

Beberapa kali dan bahkan hampir setiap hari, saya memarkir sepeda motor atau mobil saya, di beberapa tempat, tapi seringkali saya tidak diberi karcis parkir yang dikeluarkan Dinas Perhubungan.

Kalau parkirnya di pelataran atau gedung, sudah pasti harus ada karcis parkir yang resmi dan ditetapkan berdasar aturan dari Dinas Perhubungan, bukan berbentuk atau terbuat dari karton manila dan hanya diberi nomor 1 – 100 (misalnya seperti itu, kadang tulisannya dari tangan tidak tercetak rapi).

Tapi dibeberapa tempat, saya sangat sering menjumpai karcis parkir “abal-abal” alias buatan sak karepe dewe, yang digunakan untuk menarik parkir pada pemilik kendaraan bermotor, yang menaruh kendaraannya di tempat tertentu, sebut saja seperti di minimarket (Indomart dan Alfamart).

Bahkan pada pemilik kendaraan yang kebetulan cari barang di minimarket dan tidak dapat barang yang dicari atau akan dibeli, mereka tetap saja ditarik biaya parkir tanpa karcis resmi dari Dinas Perhubungan. Realita ini jelas sangat disayangkan, khususnya bagi saya yang hampir tiap hari, bisa parkir lebih dari sepuluh tempat, untuk menjalankan tugas jurnalistik saya.

Kalau dalam sehari Rp. 1.000,- sampai Rp. 2.000,- dikalikan dengan 30 hari, maka sebulan biaya parkir yang harus dan wajib dikeluarkan, di parkir yang tidak resmi bisa mencapai Rp. 30.000,- sampai Rp. 60.000,-, itu belum termasuk parkir resmi yang harus saya bayar.

Kondisi ini membuktikan, tidak tegasnya aturan yang di buat Pemkot Surabaya, khususnya dalam menindak juru parkir yang mengenyangkan perutnya lewat cara yang tidak halal. Kalau ini terus dibiarkan, maka akan banyak warga Surabaya yang dirugikan dengan aksi pemalakan liar ini.

Akankan ada tindakan tegas dari Pemkot Surabaya ? Atau fakta ini akan dibiarkan sampai tujuh turunan ? Hanya para penguasa dan penentu kebijakan yang bisa berbuat. Semoga ada kebaikan untuk semua, karena semua makhluk hidup di dunia ini berhak untuk bahagia. (tas)

Berjuang Lingkungan Tanpa Henti

Kawan, sering kali dalam mewujudkan sesuatu, kita selalu dan harus menghadapi banyak tantangan dan halangan. Hal ini sangat saya rasakan dalam upaya melakukan pelestarian dan perbaikan lingkungan yang sedang saya jalani sampai sekarang.

Meski sudah jelas, bahwa upaya penyelematan lingkungan itu bukan investasi langsung tapi masih banyak kawan dan orang di sekitar saya yang menganggap berjuang untuk pelestarian dan penyelamatan lingkungan itu harus ada untungnya. “Tanpa ada keuntungananya, kenapa kita harus susah, khan enak yang langsung tunai,” ini kalimat yang disampaikan satu diantara kawan dan sahabat saya, waktu saya beri gambaran tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Tidak marah dan tidak pemutusan hubungan persahabatan yang saya pilih, tapi lebih pada langkah riil, yang terus saya lakukan setiap waktu, untuk penyelamatan lingkungan, semampu saya dan sesempat saya lakukan, dimanapun dan kapanpun. Langkah ini saya pilih, agar kelak suatu saat, ada bukti nyata yang bisa membuka mata dan hati sahabat-sahabat dan kawan-kawan saya, yang selama ini masih acuh tak acuh dengan ajakan saya, untuk berbuat sesuatu untuk lingkungan tanpa berharap imbalan uang “cash”, hari ini berbuat hari ini dibayar.

Kawan, bukan itu yang dimaksud kita peduli dan berjuang untuk penyelematan lingkungan, tapi lebih pada hati kita atau saya sering menyebutnya,”Bicara lingkungan itu bicara panggilan hati, dan tidak bisa dipaksakan.” Kalimat ini sering saya sampaikan ke kawan-kawan saya, ada yang merespon positif ada juga yang sinis dengan ini.

Saya tetap berpikir positif, dengan sikap dan pikiran negatif yang sangat sering ditujukan pada saya, karena saya sangat sadar, untuk berjuang sebuah kebaikan pasti akan dapat perlawanan yang sangat keras dan bahkan hinaan dengan beragam jenisnya. Tapi apapun itu, prinsip saya, “Lebih Baik Tersisihkan Daripada Harus Melacur Dalam Kesenangan Sesaat”.

Semoga perjuangan yang belum berakhir ini, akan berbuah sebuah kebaikan dan jaminan masa depan untuk generasi kita semua di muka bumi ini. Amien. (tas)

Hidup Sebuah Keseimbangan Belajar dan Ibadah

Hidup seorang makhluk Allah SWT, tidak lain hanya untuk belajar dan beribadah di dunia, termasuk didalamnya berbagi kasih sayang dan cinta kasih pada sesama makhluk ciptaan Allah SWT.

Sulitkah ini terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari, jawabnya hanya ada dalam hati anda, yang penuh dengan bekal iman dan taqwa pada Allah SWT.

Semoga ke depan, segala rintangan, cobaan dan godaan, dapat kita hadapi dengan keikhlasan dan ketabahan hati di dalam raga dan jiwa kita. Amien Ya Rabbal Alamien. (tas)

Mari Berbuat Kebajikan Untuk Sesama

Hidup ini sebagai bagian dari kesempatan kita untuk berbuat sesuatu kebijakan, karena itu, marilah dengan kesempatan dan peluang yang kita milikki, kita berbuat sebuah kebajikan, yang bisa bermanfaat untuk orang lain di sekitar kita dan diri kita tentunya.

Sadarkah anda, dengan berbuat bajik, kita akan bisa bijaksana dalam menyikapi suatu masalah yang kita hadapi dalam hidup ini? Semoga sekilas bagi pikir ini bisa jadi renungan kita semua. Wassalam. (tas)

Indonesia Harus Jaya Selalu…!!!

Website ini merupakan sebuah persembahan dari Arek Suroboyo, untuk sebuah perubahan ke depan yang lebih baik, demi nusa dan bangsa tercinta Indonesia.

Lahir di bumi nusantara dan dibesarkan di Kota Pahlawan “Surabaya”, Teguh Ardi Srianto mencoba melakukan sebuah perbaikan dengan upaya dan jaringan yang dimiliki, tidak hanya di satu jalur, tapi hampir semua jalur, terus didekati, demi menyampaikan dan menyalurkan aspirasi masyarakat, dengan tulus dan ihklas.

Tidak ada beban apapun bagi Teguh, untuk mendekati semua pihak, karena dengan profesinya sebagai jurnalis, dia bisa memasuki semua lini, dengan trik dan kemampuan yang dimiliki.

Mari dukung upaya Teguh Ardi Srianto, untuk melakukan sebuah perubahan dan perbaikan ke depan demi nusa dan bangsa tercinta ini, Bumi Indonesia dan Jagat Nusantara. Amien. (tas)